FC-03 Sensor Kecepatan IR Infrared – Photo Interrupter & Disk Encoder untuk Arduino

Rentang harga: Rp1.000 hingga Rp6.500

2 Items sold in last 48 months
SKU: N/A

Spesifikasi

Informasi Spesifikasi

Berat4 gram
Dimensi3 × 2 × 1 cm
VARIAN

Deskripsi

SEN-0043: FC-03 IR Infrared Speed

SEN-0044: Disk Encoder

========

Kenapa CNC STORE BANDUNG?

Produk high quality

Ada garansi 14 hari

Bisa tanya teknis & dibantu

Cocok untuk teknisi, pelajar, & DIY

==== Deskripsi ====

Halo Insan Bangor!

Punya motor DC tapi nggak tahu jalannya secepet apa? Mau bikin robot line follower biar gerakannya presisi?

Sensor FC-03 ini solusi murah meriah yang bikin robot kamu makin pinter baca kecepatan!

Sensor ini biasa digunakan untuk mendeteksi putaran alias RPM dari sebuah motor

sehingga bisa dicari tau kecepatannya. Misalnya kecepatan robot, mesin atau

apapun yang berputar.

FC-03 adalah sensor kecepatan berbasis infrared (IR photointerruptor) yang bekerja dengan mendeteksi putaran disk encoder. Ketika disk berputar melewati celah sensor, FC-03 menghasilkan pulsa digital yang dapat dihitung Arduino, ESP32, atau mikrokontroler lainnya.

Hasilnya? Kamu bisa mendapatkan RPM (kecepatan), jarak tempuh, bahkan kontrol kecepatan motor secara presisi.

==== Spesifikasi ====

FC-03

– Tegangan kerja: 3.3V – 5V

– Output: Digital (0/1)

– Sensor: Infrared Photo Interrupter

– Jarak deteksi celah: ± 5–10 mm

– Pin:

VCC

GND

D0 (Digital Output)

A0 (Analog Output)

Disk Encoder 20 Hole

– Memiliki 20 celah sebagai penanda putaran

– Dipasang pada roda/motor DC

– Setiap celah = 1 pulsa sensor

– Bisa dihitung menjadi:

Kecepatan (RPM)

Jarak tempuh

Kendali kecepatan otomatis (PID)

==== Paket ====

1x FC-03 Speed Sensor IR / Disk Encoder Speed 20 Hole

Pertanyaan Sebelum Membeli

Bagaimana cara piringan ini menghitung kecepatan?

Piringan ini memiliki 20 lubang (celah) di sekelilingnya. Saat piringan berputar di dalam celah sensor opto-interrupter, ia akan memutus dan menyambungkan sinyal inframerah sebanyak 20 kali dalam satu putaran penuh. Mikrokontroler kemudian menghitung jumlah pulsa ini untuk menentukan kecepatan.

Mengapa jumlah titiknya 20? Apa pengaruhnya?

Jumlah 20 titik memberikan keseimbangan antara akurasi dan beban kerja prosesor. Semakin banyak titik, semakin tinggi resolusi pembacaan (kamu bisa mendeteksi pergerakan sudut yang sangat kecil), namun mikrokontroler harus bekerja lebih cepat untuk menghitung pulsa tersebut.

Apa material dari piringan ini?

Biasanya terbuat dari plastik akrilik hitam atau logam tipis. Warna hitam pekat sangat penting agar cahaya inframerah tidak menembus bagian yang solid, sehingga perbedaan antara "celah" dan "penghalang" terbaca dengan sangat jelas oleh sensor.

Bagaimana cara memasang piringan ini pada motor?

Piringan ini dirancang dengan lubang tengah berbentuk khusus (seringkali berbentuk "D" atau persegi) agar pas dengan as motor DC (seperti Motor Kuning/Yellow Gearbox Motor). Cukup tekan masuk ke as motor hingga piringan berada tepat di tengah celah sensor.

Bagaimana cara kerja sensor FC-03 ini?

Sensor ini bekerja berdasarkan prinsip Opto-Interruptor. Terdapat sepasang pemancar inframerah (IR LED) dan penerima (Phototransistor) yang saling berhadapan di celah sensor. Ketika ada benda padat (seperti bilah kipas atau piringan encoder) masuk ke celah tersebut dan menghalangi cahaya IR, sinyal akan berubah.

Bagaimana cara mengukur RPM dengan sensor ini?

Biasanya, sensor ini dipasangkan dengan Piringan Encoder (Slotted Disc) yang ditempelkan pada as motor. Dengan menghitung berapa kali cahaya terputus (pulsa) dalam satu menit menggunakan fitur Interrupt pada Arduino, kamu bisa menghitung nilai RPM secara presisi.

Apa fungsi 4 pin pada modul ini?

VCC: Input tegangan (3.3V - 5V).

GND: Ground.

DO (Digital Output): Memberikan sinyal HIGH/LOW saat celah terhalang atau terbuka.

AO (Analog Output): Memberikan nilai tegangan real-time berdasarkan seberapa banyak cahaya yang terhalang (jarang digunakan untuk hitung RPM, tapi berguna untuk deteksi posisi yang lebih halus).

Mengapa lampu indikator pada modul mati saat celah dihalangi?

Itu adalah perilaku normal. Pada kebanyakan modul FC-03, saat celah terbuka, output berada pada logika LOW dan LED indikator menyala. Saat celah terhalang, output menjadi HIGH dan LED indikator mati.

Berapa lebar celah pada sensor ini?

Celah pada sensor FC-03 biasanya memiliki lebar sekitar 5 mm. Pastikan benda atau piringan encoder yang kamu gunakan memiliki ketebalan di bawah angka tersebut agar tidak bergesekan dengan badan sensor.

Review Pembeli

0 reviews
0
0
0
0
0

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.