Collision Limit Switch Mouse Sensor – Modul Deteksi Tabrakan untuk Arduino & STEM Project

Rp5.500

Stok habis

SKU: SEN-0025

Spesifikasi

Informasi Spesifikasi

Berat3 gram
Dimensi0,3 × 0,2 × 0,1 cm

Deskripsi

SEN-0025
========
Kenapa CNC STORE BANDUNG?
✅ Produk high quality
✅ Ada garansi 14 hari
✅ Bisa tanya teknis & dibantu
✅ Cocok untuk teknisi, pelajar, & DIY

==== Deskripsi ====
Insan Bangor, pernah liat robot yang bisa berhenti saat nabrak?
Nah, rahasianya ada di sini — Collision Limit Switch Mouse Sensor!
Modul mungil tapi cerdas ini bisa deteksi benturan, tekanan, atau sentuhan ringan dan langsung kasih sinyal ke Arduino.
Cocok banget buat robot line follower, mobil obstacle, atau proyek STEM yang butuh sensor fisik sederhana tapi efektifDeskripsi Singkat

Modul Collision Limit Switch Mouse Sensor adalah sensor tabrakan mekanik berbasis micro-switch (mirip klik pada mouse). Saat terjadi benturan pada tuas (lever), switch akan menutup rangkaian dan memberikan sinyal digital ke mikrokontroler.
Sensor ini banyak digunakan di robot line follower, obstacle avoidance, sistem keamanan, atau alat interaktif karena cara kerjanya cepat, stabil, dan tahan lama.

==== Spesifikasi ====
– Tegangan kerja: 3.3V – 5V DC
– Output: Digital (HIGH/LOW) aktif saat switch tertekan
– Indikator LED: Tersediamenyala saat tabrakan
– Jenis Switch: Micro Switch (Mouse Type)
– Arus kerja:
– Umur klik: ±1.000.000 kali operasi—
– Lubang mounting: Ya (M3) untuk pemasangan ke chassis
– Tipe output: Active LOW

==== Pin ====
– VCC:  3v-5v power supply 
– GND:  then the power ground 
– OUT:  high and low output 

==== Paket ====
1x Mouse Switch Collision Sensor – Modul Deteksi Tabrakan  

Pertanyaan Sebelum Membeli

Mengapa sensor ini disebut "Mouse Sensor"?

Disebut demikian karena modul ini menggunakan komponen microswitch yang serupa dengan tombol klik pada mouse komputer. Saklar ini dirancang untuk memberikan respon cepat, suara klik yang jelas, dan daya tahan hingga jutaan kali tekan.

Apa perbedaan antara pin NO (Normally Open) dan NC (Normally Closed)?

NO (Normally Open): Sirkuit terbuka saat diam. Arus baru mengalir (sinyal aktif) ketika tuas saklar ditekan.

NC (Normally Closed): Sirkuit tertutup saat diam. Arus akan terputus (sinyal aktif) justru ketika tuas saklar ditekan. Sebagian besar modul menyediakan pin untuk memilih salah satu atau keduanya.

Apakah sensor ini membutuhkan resistor tambahan?

Modul ini biasanya sudah dilengkapi dengan resistor pull-up atau pull-down di atas PCB-nya. Jadi, kamu bisa langsung menghubungkan outputnya ke pin digital Arduino tanpa perlu merakit sirkuit tambahan.

Bagaimana cara mengatasi "Debouncing" pada saklar ini?

Karena ini adalah saklar mekanis, saat ditekan akan terjadi getaran listrik yang sangat cepat (noise). Kamu bisa mengatasinya di dalam kode program dengan memberikan sedikit delay (sekitar 5-10ms) atau menggunakan library seperti Bounce2 agar pembacaan tetap stabil.

Apakah tuas besi (lever) pada sensor ini bisa ditekuk?

Bisa, tuas besi fleksibel tersebut bisa ditekuk sedikit untuk menyesuaikan sudut deteksi. Namun, lakukan dengan hati-hati agar tidak mematahkan engsel microswitch-nya.

Review Pembeli

0 reviews
0
0
0
0
0

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.