MODULE SENSOR KELEMBABAN TANAH SOIL HUMIDITY MOISTURE SENSOR MODUL


Sensor ini bekerja menggunakan prinsip resistansi. Dua probe tembaga pada sensor akan mengalirkan arus listrik melalui tanah. Karena air adalah konduktor listrik yang baik, tanah yang basah akan memiliki hambatan (resistance) yang rendah, sedangkan tanah kering memiliki hambatan tinggi. Perbedaan ini diubah menjadi nilai tegangan oleh modul komparator.
Analog Output (AO): Memberikan rentang nilai (misalnya 0–1023 pada Arduino) yang menunjukkan tingkat kebasahan secara spesifik. Sangat berguna jika kamu ingin tahu persis seberapa lembab tanahnya.
Digital Output (DO): Memberikan sinyal 0 atau 1. Sinyal ini akan berubah ketika tanah mencapai tingkat kekeringan tertentu yang sudah kamu atur melalui potensiometer.
Ini adalah kelemahan umum sensor tipe resistif karena adanya proses elektrolisis (reaksi kimia saat arus listrik mengalir di media basah). Tips: Jangan memberi daya pada sensor terus-menerus. Nyalakan daya sensor melalui pin digital hanya saat akan mengambil data, lalu matikan kembali.
Tidak secara langsung. Sinyal dari sensor terlalu kecil untuk menggerakkan pompa. Kamu membutuhkan Modul Relay sebagai saklar perantara antara mikrokontroler (Arduino/ESP32) dan pompa air.
Pada modul driver (papan kecil biru), terdapat Potensiometer. Putar menggunakan obeng kecil sambil memantau lampu indikator. Atur hingga lampu menyala pada kondisi tanah yang menurutmu sudah “cukup kering” untuk disiram.













