HY-SRF05 SRF05 ULTRASONIC SENSOR JARAK 5 PIN MODULE REPLACE HC-SR04

HY-SRF05 SRF05 ULTRASONIC SENSOR JARAK 5 PIN MODULE REPLACE HC-SR04

HY-SRF05 SRF05 ULTRASONIC SENSOR JARAK 5 PIN MODULE REPLACE HC-SR04

SKU: SEN-0061

HY-SRF05 Ultrasonic Sensor Module adalah modul sensor jarak non-kontak yang bekerja dengan prinsip pantulan gelombang ultrasonik (mirip radar atau sonar kelelawar). Modul ini sangat digemari karena stabilitasnya yang tinggi dan kemudahannya untuk dipasang pada berbagai jenis mikrokontroler seperti Arduino, ESP32, hingga Raspberry Pi.

Dengan desain 5 pin yang fleksibel, SRF05 memberikan pilihan bagi pengembang untuk menghemat penggunaan pin pada proyek yang memiliki keterbatasan jalur I/O.
Apa perbedaan utama antara SRF05 dan HC-SR04?

SRF05 adalah versi upgrade. Ia memiliki akurasi yang lebih stabil dan jarak deteksi yang sedikit lebih jauh (hingga 4,5 – 5 meter). Selain itu, SRF05 memiliki 5 pin dan mendukung mode “Single Pin” (menggunakan satu pin untuk Trigger dan Echo sekaligus), sedangkan HC-SR04 wajib menggunakan 2 pin terpisah.

Apa fungsi pin ke-5 (OUT) pada SRF05?

Pin ke-5 atau pin OUT berfungsi untuk mengubah mode kerja sensor. Jika pin ini dibiarkan (tidak terhubung ke mana-mana), sensor bekerja dalam mode standar (2 pin terpisah). Jika pin OUT dihubungkan ke Ground, sensor dapat bekerja menggunakan satu pin I/O saja untuk mengirim dan menerima data.

Berapa jarak minimal dan maksimal yang bisa diukur?

Sensor ini dapat mengukur jarak dari 2 cm hingga 450 cm. Pada jarak di bawah 2 cm, pembacaan biasanya menjadi tidak stabil atau memberikan nilai nol.

Apakah sensor ini bisa mendeteksi semua benda?

Sensor ultrasonik bekerja dengan memantulkan suara. Benda yang permukaannya keras (seperti dinding, kayu, plastik) akan terdeteksi dengan sangat baik. Namun, benda yang menyerap suara (seperti kain, busa, atau bulu) mungkin sulit dideteksi karena tidak memantulkan gelombang suara kembali ke sensor.

Bagaimana cara mengatasi pembacaan yang “lompat-lompat” atau tidak akurat?

Hal ini sering terjadi karena pantulan suara yang tidak beraturan (noise). Kamu bisa mengatasinya di dalam kode program dengan teknik Median Filter atau mengambil rata-rata dari 5-10 kali pembacaan sebelum menampilkannya.