Hardware, Modul Elektronika, Tutorial

L298N DUAL H-BRIDGE DRIVER MOTOR

PENGENALAN L298N MODULE DUAL H-BRIDGE DRIVER MOTOR

l298n

Module L298N Dual H-Bridge Driver Motor

🔁 FUNGSI DAN SPESIFKASI MODULE L298N DRIVER  MOTOR

l298n

Module L298N Dual H-Bridge Driver Motor

  🔀 FUNGSI

  • Mengontrol kecepatan motor DC
  • Mengontrol arah putaran motor DC
  • Mengontrol kecepatan motor stepper
  • Mengontrol arah putaran motor stepper
  • Dll.

Sesuai dengan namanya, Module L298N Dual H-Bridge Driver Motor ini berfungsi untuk “mendrive” atau menyetir atau dengan kata lain mempermudah kita dalam urusan mengontrol motor DC menggunakan mikrokontroler. Kita tau bahwa logic level output dari mikrokontroler yaitu 3.3V dan 5V dengan arus yang sangat terbatas, sehingga kita tidak bisa mengendalikan motor secara langsung apalagi motor tersebut membutuhkan level tegangan dan arus yang lebih besar, jika motor DC kecil sih bisa sajah tpi itu juga beresiko. Oleh sebab itu dalam mengendalikan motor menggunakan mikrokontroler maka diperlukan sebuah Driver.

Dengan Driver Motor selain kita dapat mengendalikan On/Off dan arah putaran, kita juga dapat mengendalikan kecepatannya melalui metode PWM.

  🔀 SPESIFIKASI

  • Tipe : Dual H-Bridge
  • IC Driver :  L298N
  • Logic voltage : 5V DC
  • Drive voltage : 5-35V DC
  • Logical current : 0mA-36mA
  • Driving current : 2A (MAX single bridge)
  • Temperatur : -20 C – 135 C
  • Power maksimum: 25W
  • Berat : 30g
  • Ukuran : 43 x 43 x 27mm
  1. Type : Dual H-Bridge, Atau dapat kita katakan bahwa dengan Module Driver ini kita dapat mengontrol dua buah motor sekaligus
  2. IC Driver : L298N Berikut adalah link Untuk Data Sheetnya DOWNLOAD
  3. Logic Voltage : 5V, Yang artinya untuk mengontrol Module Driver ini butuh logic kontrol tengan tegangan 5V (jika HIGH maka setara dengan 5V atau 0V ketika berlogika LOW )
  4. Drive voltage : 5-35V DC, yang artinya kita  bisa mengendalikan motor DC dengan tegangan antara 5-35V (Simak penjeasan lebih lanjut khusus untuk poin ini)
  5. Logical current : 0mA-36mA, artinya arus dari logic tegangan cukup hanya 0mA sampai dengan 36mA (contoh arus dari Pin Digital arduino maksimal adalah 40mA yang artinya lebih dari cukup)
  6. Driving current : 2A (MAX single bridge) Artinya Modul ini mampu untuk mendrive motor DC dengan arus memcapai 2A dengan syarat hanya menggunakan satu motor saja. *simak penjelasan lebih lanjut mengenai Power
  7. Temperatur : -20 C – 135 C, Module ini mampu bekerja di suhu -20’C sampai 135’C menurut datasheet (Sebagai acuan, air membeku pada suhu 0’C dan mendidih pada suhu 100’C)
  8. Power maksimum: 25W, Artinya daya yang mampu di-drive oleh Driver motor L298N ini adalah sebesar maksimum 25W. *Simak penjelasan lebih lanjut mengenai ini
  9. Berat : 30g (didapat dari situs)
  10. Ukuran : 43mm x 43mm x 27mm, Cukup berukuran minimalis dan memiliki desain yang menarik juga kokoh.
  • MODULE DRIVER MOTOR INI BISA DIDAPAT DI….  (BL) (TP)

🔁 BAGIAN-BAGIAN PENTING

l298n Arduino

Module L298N Dual H-Bridge Driver Motor

  🔀 IC

  • L298N
  • 78M05

  🔀 POWERING

  • Soket Supply 5-35V
  • GND
  • 5V

  🔀 JUMPER

  • Jumper EN1 (Enable 1)
  • Jumper EN2 (Enable 2)
  • Jumper Internal 5V

  🔀 PIN KONTROL

  • IN1
  • IN2
  • IN3
  • IN4
  • EN1(Jika Jumper Dilepas)
  • EN2 (Jika Jumper Dilepas)

  🔀 SOKET OUTPUT

  • OUT1
  • OUT2
  • OUT3
  • OUT4

➤ IC :

  • L298N : Merupakan IC utama pada module ini yaitu IC yang didesain sebagai IC dual H-Bridge driver motor (mampu mengendalikan dua motor sekaligus) dengan desain berdiri sehingga dengan mudah bisa dipasangi pendingin untuk menjaga ketahanan dari panas akibat pemakaian. Data Sheetnya DOWNLOAD
  • 78M05 : Merupakan IC regulator 5V (IC 7805 versi SMD) yang diperuntukan sebagai supply alternativ IC utama yaitu IC L298N, IC regulator ini merubah tegangan yang masuk pada Pin Soket +12V menjadi tegangan 5V sebagai Supply Vss IC L298N. Ingat bahwa IC L298N hanya akan berfungsi jika kaki Vcc diberi supply sebesar 5V). Namun demikian IC regulator 78M05 ini idealnya disupply dengan tegangan minimum 7.5V, sehingga jika tegangan pada Pin Soket kurang dari 7.5V maka output dari IC regulator ini tidak setabil atau bahkan kurang dari 5V yang dapat mengakibatkan fungsi dari IC utama terganggu. Download DataSheet-nya simak penjelasan lanjutan pada bagian Rule Powering dan Jumper

➤ Powering :

  • Soket Supply 5-35V : Merupakan Soket (Pin) Supply Voltage dimana besaran tegangan yang kita masukan disesuaikan dengan karakteristik dari motor DC yang kita gunakan.
  • GND : Ground
  • 5V : Merupakan soket (Pin) 5V dimana jalur dari soket ini terhubung dengan kaki Vss dari IC L298N. Penjelasan mengenai kegunaan dan kapan kita gunakan soket 5V ini akan dibahas lebih lanjut.

➤ Jumper, Pin Logic Kontrol, dan Soket Output 

  • Akan kita bahas pada Penggunaan Module L298N Driver Motor di Pembahasan selanjutnya.

🔁 RULE PENGGUNAAN

l298n Arduino

Module L298N Dual H-Bridge Driver Motor

🔀 RULE DALAM PENGGUNAAN POWER

Pada gambar di bawah terdapan 3 Pin Soket yang diantaranya Pin +12V , GND, dan +5V

  • +12V : Meski dalam module diberi nama “+12V” namun sesuai spesifikasi pin ini dapat kita supply dengan rentang tegangan 5V s/d 35V DC tergantung berapa Volt motor DC yang akan kita kontrol. Misalnya motor DC yang kita kontrol adalah motor DC 5V, maka teorinya tegangan yang harus kita supply pada Pin soket ini adalah maksimal 5V, jika kita menggunakan motor DC 9V, maka tegangan maksimum yang harus kita supply pada Pin socket ini adalah 9V begitupun jika kita menggunakan motor DC 12V, 24V dan seterusnya hingga 35V.
l298n Arduino

Module L298N Dual H-Bridge Driver Motor

*Berdasarkan analisis rangkaian dan spesifikasi, Idealnya supply untuk Pin soket ini yang paling direkomendasikan adalah rentang 5V s/d 12V, lalu bagai mana jika kita ingin mengontrol motor DC dengan tegangan lebih dari itu seperti 24V atau 35V apakah boleh? tentu jika melihat spesifikasi boleh dengan catatan kita harus menghitung daya maksimum yang mampu  dihandle module ini, yang nanti kita akan bahas juga.

  • +5V : Pin soket ini adalah Pin Soket yang disediakan pada module dengan tujuan sebenarnya yaitu untuk menyuplai Vss IC L298N, ingat bahwa IC L298N hanya akan berjalan jika kaki Vss-nya telah diberi tegangan idealnya 5V.

*Sebenarnya Pin Soket +5V ini telah tersambung dengan IC regulator 5V yaitu IC 78M05  dan dipisahkan oleh Jumper Internal 5V sehingga bisa kita sambungkan atau kita putuskan. Lalu pada saat seperti apa Pin Soket ini perlu kita beri tegangan 5V eksternal dan pada saat seperti apa Pin soket ini tidak perlu kita supply dengan Tegangan 5V eksternal? simak jawabannya pada poin Rule Mengenai Jumper.

  • GND : Ada Vcc maka pasti akan ada GND dimana mereka adalah pasangan sehidup semati yang tidak bisa dipisahkan karena saling melengkapi satu sama lain,, hahah,, jika Vcc bisa bernilai (+V) atau bernilai (-V) maka GND atau Groun bernilai 0V atau netral. Dalam hal ini Pin GND ini harus tersambung dengan GND Power Supply dan juga GND mikrokontroler. Pokonya dengan GND tegangan DC manapun dy harus tersambung dah. 

🔀 RULE JUMPER

  • Jumper Internal 5V :  Jumper ini adalah Jumper yang menghubungkan tegangan Output 5V dari IC regulator 78M05 dengan kaki (1) Vss IC L298N, (2) Pin Socket +5V dan (3) Pin-Pin yang bersebalahan dengan PIN EN1 dan EN2 (Pada Module bawaan Pin ini dihubungkan dengan Jumper). Sehingga jika kita cabut Jumper Internal 5V ini maka kaki Vss IC L298N, pin Soket +5V dan Pin-Pin yang bersebalahan dengan Pin EN1 dan EN2 tidak mendapat Supply dari output IC regulator 78M05. Lalu mengapa Perlu ada Jumper Ini??? Seperti Penjelasan sebelumnya bahwa IC regulator ini memiliki rugi tegangan yang cukup besar antara 1.5V sampai dengan 2.5V sehingga jika motor yang akan kita kendalikan adalah motor 5V tentu supply yang kita pakai untuk Pin soket Input adalah 5V, oleh sebab itu jika kita kalkulasi, output dari IC regulator 78M05 maksimal hanya 3.5V karena adanya rugi-rugi tegangan, sehingga baik pin Vss IC l298N maupun Pin EN1 dan EN2 tidak tersupply dengan baik, oleh sebab itu maka jumper perlu kita lepas dan kita gantikan dengan tegangan 5V eksternal. Tegangan 5V eksternal bisa didapat dari Pin 5V arduino ataupun yang lainnya melalui Pin soket +5V yang terdapat pada module.
  • Jumper EN1 (Enable 1) dan Jumper EN2 (Enable 2) merupakan jumper pengontrol penyalaan motor. Jika jumper ini di pasang maka motor akan berputar dengan kecepatan penuh (kecepatan penuh ini di dapat ketika pin EN1 dan Pin EN2 mendapatkan tegangan 5V). Namun jika kita ingin mengatur kecepatan motor maka jumper ini perlu kita lepas dan PIN EN1 dan EN2 bisa kita beri tegangan PWM sehingga kecepatan motor bisa kita kontrol melalui input PWM.

🔀 KESIMPULAN

  • Ketika Memakai Motor dengan Spesifikasi 5V Fix

– Soket 12V diberi tegangan 5V ekternal dari adaftor atau batrai (tidak direkomendasikan memakai 5V dari arduino)

– Jumper Internal 5V harus dicabut

– Soket 5V module harus diberi tegangan 5V external (Bisa didapat dari 5V arduino)

– Gnd power eksternal harus semua tersambung dengan dengan modul dan kontrol (arduino)

– Lepas jumper EN1 dan EN2 jika motor ingin di kontrol kecepatannya dan gantikan dengan PWM dari arduino atau rangkaian lainnya

  •  Ketika Memakai Motor dengan Spesifikasi 5 s/d 9V

– Soket 12V diberi tegangan 9V ekternal (adaftor atau batrai)

– Jumper Internal 5V dipasang

– Soket 5V di biarkan karena power IC sudah tersupplay dari Jumper internal 5V

– Gnd power eksternal harus semua tersambung dengan dengan modul dan kontrol (arduino)

– Lepas jumper EN1 dan EN2 jika motor ingin di kontrol kecepatannya dan gantikan dengan PWM dari arduino atau rangkaian lainnya

  •  Ketika Memakai Motor dengan Spesifikasi 12V

– Soket 12V diberi tegangan 12V ekternal (adaftor atau batrai)

– Jumper Internal 5V harus dicabut (Disipasai daya terlalu besar)

– Soket 5V module harus diberi tegangan 5V external (Bisa didapat dari 5V arduino)

– Gnd power eksternal harus semua tersambung dengan dengan modul dan kontrol (arduino)

– Lepas jumper EN1 dan EN2 jika motor ingin di kontrol kecepatannya dan gantikan dengan PWM dari arduino atau rangkaian lainnya

 

~TERIMAKASIH~

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *